Doxxing

Doxxing adalah istilah yang berasal dari tindakan negatif. Meskipun kata tersebut mungkin tidak berkaitan dengan arti istilah tersebut, namun kata tersebut berasal dari kata yang berhubungan dengan tindakan. Doxxing adalah tindakan mengungkapkan informasi pribadi tentang seseorang secara online dan mengekspos seseorang tanpa persetujuannya. Hal ini biasanya dianggap sebagai pelanggaran privasi namun tidak ada undang-undang langsung yang terkait dengan doxxing.

Orang yang mengungkapkan informasi pribadi seseorang secara online disebut doxxers. doxxing juga bisa menjadi produk peretasan. Peretas dapat meretas sistem seseorang dan mengunggah informasi pribadi mereka secara publik sehingga menjadikannya ancaman nyata bagi orang-orang di dunia maya. Doxxing adalah bagian yang sangat negatif dari penggunaan media sosial.

Misalnya, “Dia menyebarkan informasi pribadi saya ke akun palsu. Saya harus melaporkannya berkali-kali untuk menghilangkannya.” Di sini orang tersebut menceritakan bagaimana informasi pribadinya disalahgunakan dan diposting online di akun palsu. Ketika kasus doxxing dilaporkan, tindakan tersebut dilakukan berdasarkan informasi apa yang telah diposting dan bagaimana pengaruhnya terhadap seseorang.

Biasanya doxxing dapat mencakup informasi seperti alamat pribadi, nomor telepon, umur, nama lengkap dan rincian pribadi lainnya dari seseorang yang tidak diketahui semua orang secara online. Informasi ini bila diposting online tanpa persetujuan orang yang bersangkutan dapat menimbulkan banyak masalah. Doxxers juga menunjukkan perilaku seperti menguntit, mempermalukan secara online, dan memeras. Hal-hal ini tidak normal dan tidak boleh didorong secara online.

Beberapa contohnya adalah –

  1. “Doxxing tidak boleh dilakukan karena dapat menimbulkan berbagai konsekuensi yang tidak diinginkan.”
  2. “Para doxxer perlu memahami bahwa doxing dapat memengaruhi mental orang-orang yang online.”
  3. “Sering kali doxxer adalah orang yang benar-benar kita kenal.”
  4. “Jika ditemukan alasan yang kuat dalam suatu kasus, doxxing dapat dihukum.”
  5. “Platform media sosial terus-menerus mengubah kebijakan privasi untuk menghindari doxxing.”