Sebagai manusia, kita tidak selalu jujur pada diri sendiri. Kami mengidealkan situasi tertentu yang terkadang tidak mungkin atau tidak menguntungkan kami. Ini bisa berupa mengidealkan pasangan yang sempurna atau bahkan posisi di perusahaan setelah upaya minimal. Dalam dunia media sosial, hal ini disebut dengan “delulu”.
Frasa ini mengacu pada ungkapan slang yang digunakan untuk mencirikan orang-orang yang memiliki tingkat khayalan atau optimisme berlebihan, khususnya dalam hal hubungan, fandom, atau tujuan pribadi. Kadang-kadang digunakan dengan nada bercanda atau mengejek untuk menyoroti ide-ide seseorang yang sangat ideal atau tidak masuk akal. Hal ini memastikan untuk menarik perhatian bagaimana seseorang mengidealkan sesuatu yang mungkin terjadi di kepalanya, namun sebaliknya kecil kemungkinannya untuk terjadi.

Contoh dan penggunaan untuk Delulu-
Antusiasme terhadap Fandom:
Seorang penggemar selebriti populer, misalnya, percaya bahwa dua bintang diam-diam jatuh cinta berdasarkan interaksi yang menguntungkan.
Terjemahan: “Terjebak di dunia delulu, penggemar berspekulasi tentang romansa rahasia antara para aktor setelah satu foto bersama.”
Di sisi lain, kita bisa mengambil contoh bagaimana orang berasumsi hal-hal dalam film selalu bisa terjadi dalam kehidupan nyata. Terjemahannya – “Dia bertemu dengannya seminggu yang lalu dan sangat gembira seolah-olah dia akan melamarnya secepat itu seperti yang terjadi di film.”
Asumsi tentang Hubungan:
Contoh: Meskipun komunikasinya terbatas, seseorang yakin bahwa orang yang disukainya benar-benar mencintainya.
Contoh penggunaan: “Beberapa orang agak delulu, membaca terlalu banyak teks dan mengira itu adalah pernyataan cinta yang tak pernah pudar.” “Saya tidak percaya dia begitu delulu sampai mengira dia punya perasaan padanya meskipun dia jelas-jelas pacaran dengan orang lain!”
Prospek karir:
Misalnya, seorang seniman yang bercita-cita tinggi menegaskan bahwa mereka akan menjadi superstar global dalam sekejap meskipun tidak memiliki keahlian sebelumnya.
Arti dari ungkapan: “Meskipun ambisi itu besar, terlalu berkhayal tentang ketenaran dalam semalam tanpa kerja keras dapat menyebabkan kekecewaan.”
Hal ini sangat tepat diterapkan pada semua siswa yang tidak belajar apa pun selama satu tahun ajaran dan akhirnya mengidealkan nilai bagus dengan persiapan satu hari. Artinya – “Dia tidak belajar apa pun selama setahun dan sekarang berharap dia akan lulus semester itu dengan nilai bagus.”







